Kenapa Jadi Penulis itu Pilihan, Mahir Menulis itu Keharusan?

Kenapa Jadi Penulis itu Pilihan, Mahir Menulis itu Keharusan?

Masa Depan Penulis

Sejujurnya hadirnya pandemi ini mempercepat proses digitalisasi. Karena di masa depan, kelak yang akan mendominasi adalah digital. Mungkin saat ini bisa kamu rasakan perubahan itu?

Mulai dari seminar via zoom (dan sejenisnya), belajar via WhatsApp Group, hingga kita mulai terbiasa belajar dari online courses.

Begitu pun Penulis, mesti berpikir ke masa depan, tapi jangan digelisahkan. Cukup membayangkan dan mengajukan pertanyaan, “Apa yang bisa dipelajari sekarang dan berdampak di masa depan?”.

Mumpung #DiRumahAja, kita bisa manfaatkan untuk mempelajari keahlian baru. Pandemi berakhir, malah tak ada satu pun yang kita kuasai. Rugi banget rasanya.

baca juga: Kenapa Penulis Sebagai Pembelajar Seumur Hidup?

Penulis di Era New Normal nggak cukup bisa menulis dan publish buku aja, mesti bisa semuanya. Mulai dari memasarkan, mengetahui siapa pembacanya, kenapa mereka mesti baca (value), menggunakan media apa untuk menjangkau mereka.

Pusing?

Udah pasti, wong terbiasa menunlis kok. Dipaksa belajar ini-itu. Tapi inilah cara untuk beradaptasi.

Karena kita nggak bisa bergantung pada penerbit sekalipun, buktinya penerbit raksasa sekalipun sekarang sedang berjuang, banyak penerbit dibawahanya pun tumbang. 🙁

Sebetulnya ini peringatan, sekaligus kesempatan Penulis untuk meningkatkan keahlian, bukan aja bisa menulis, tapi lebih dari sekadar itu.

 

Content Writer Bukanlah Job Description, Tapi Future Skill

“Content is The New Currency” ~ Gery Vaynerchuk

Kemampuan membuat konten menjadi prioritas. Karena konten adalah mata uang baru. Dimana konten menjadi alat tukar untuk membangun bisnis, menjalin relasi, bahkan PDKT sekalipun pake konten (stalking). Hayo, siapa yang suka stalking? 😊

Bagaimana orang bisa mengenal, bahkan memahami apa yang sedang kita tawarkan? Tapi kita nggak menyajikan konten yang mereka bisa nikmati.

Konten itu ibarat makanan yang mereka bisa cicipi, semakin mereka merasakan kelezatan makanan itu, semakin mereka terikat dengan konten yang kita sajikan.

Mari kita bayangkan…

Kalau perusahaan nggak membangun konten dari sekarang, bisa ketinggalan banget. Apalagi kita cuman perorangan, maka penting membangun konten dari sekarang.

Karena ini konteksnya Penulis, content writer adalah kata yang mewakili skill yang dibutuhkan di masa depan.

Secara harfiah kemampuan membuat konten berbentuk tulisan itulah yang sebenernya nggak bisa dilakukan oleh kebanyakan orang.

baca juga: Jamu Berkhasiat agar Kemampuan Menulismu Melesat

Hanya aja, dari kita kebanyakan mengaitkan content writer adalah sebagai job deskripsi, dimana mesti menulis konten blog, paham SEO, itu hanya segelintir aja.

Namun tujuan utama content writer yakni mengubah persepsi dengan membuat konten tulisan yang disukai pembaca, bahkan pembaca jadi ketagihan, dan menjadi fans loyal. Kalau udah begitu, pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima.

Tulisan yang enak dibaca itu hanya cara untuk menyampaikan pesan. Entah, apa tujuan dari tulisan itu.

Menulis konten itu seni, nggak bisa asal menulis lalu publish dan berharap mereka menyukai. Nggak begitu cara berpikirnya.

Tips Bikin Konten Tulisan

Ada hal yang kita pikirkan sebelum menulis konten, “apa yang pembaca harapkan setelah membaca konten ini?”. Jadi berpikirlah seperti Pembaca.

Pembaca butuhnya apa? Kita bisanya apa?

Ya, buatlah konten yang mewakili masalah atau minat pembaca dan hadirkan pengetahuan dan pengalaman kita. Wah, itu jadi keren dan bernilai banget. Lanjut?

 

Impactful Writing adalah Resep Rahasia

Layaknya Koki memiliki resep rahasia dalam setiap masakan. Begitu juga dalam menulis, saya punya resep rahasia menulis agar enak dibaca, bahkan bikin ketagihan. Itulah yang kami namakan impactful writing.

Walau secara penamaan impactful writing itu gabungan keahlian content writing dan copywriting. Esensinya adalah resep rahasia menulis yang bikin tulisan kita enak dibaca, ketagihan, bahkan rela dinanti-nati.

Itu juga alasan kami menghadirkan Certified Impactful Writer. Dimana bisa mahir menulis (untuk apapun profesi dan latar belakang kamu) + (ingin jadi) penulis profesional pun ada caranya. Udah paket komplit banget. Hehe. Iklan dikit ya? Wkwk. Lanjut?

 

Setiap Koki Punya Cara Tersendiri dalam Memasak

Kalau koki punya tersendiri dalam memasak, maka penulis punya cara tersendiri dalam menulis. Bisa jadi resep rahasia menulis yang kami bagikan sangat relevan karena mudah dipraktekkan atau nggak cocok dengan cara memasak kamu.

Karena sejujurnya penerapan ini lebih dominan untuk non-fiksi, konten yang biasa kamu baca di idntimes, hipwee, ya, pokoknya artikel populer gitu deh.

Tapi selama kamu bisa menulis, resep rahasia ini bisa diduplikasi. Karena sifatnya fundamental (mendasar) dan praktis.

Kalau mau emang mau mahir menulis (apapun profesi kamu) + (kalau ingin jadi) penulis profesional, modul certified impactful writer udah mencakup itu.

baca juga: Lupakan Copywriting, Mulailah Menulis

Ya, bisa dibilang intisari pengalaman saya 7 tahun di bidang kepenulisan. Boleh percaya atau nggak, tapi yang jelas terbukti hasilnya.

Alhamdulillah bulan juni lalu, saya ikut dua lomba blog, keduanya menang (juara 1 dan favorit 1). Resep rahasianya? Ya, ada di modul 3 Certified Impactful Writer. Hehe.

Saya juga akan share studi kasus bagaimana saya bisa menjuarai lomba, yang nantinya bisa kamu duplikasi, karena saya merasa sangat puas kalau kamu juga bisa juara.

 

Ini Hanya Soal Penamaan Saja

Kebanyakan Penulis terjebak pada penamaan seperti: copywriting, headline, sub-headline, tagline, body-copy, sales letter, dsb.

Semua itu hanyalah penamaan, yang tujuannya agar mudah dalam membuat tulisan. Pada intinya adalah content writing.

Format dan tujuannya aja yang berbeda. Selama kamu mahir menulis, kamu bisa menulis apapun untuk tujuan apapun.

Mahir menulis nggak serta merta terjadi gitu aja, ada proses yang mesti kamu lalui, tapi dengan resep rahasia yang kamu akan ketahui. Itu akan mempercepat proses menulismu menjadi lebih menyenangkan dan berbobot.

Jadi, nggak asal nulis, latihan nulis + resep rahasia, selangkah lebih enak tulisannya. Ibarat masak nih, kalau tau resep rahasianya, kegagalan dari rasa yang diharapkan akan lebih kecil, dibanding coba-coba. Gitu, gimana? Kebayang maksudnya?

 

Menjadi Penulis itu Pilihan, Mahir Menulis itu Keharusan

Karena masa depan itu nggak pasti, tapi bisa diprediksi. Seperti yang sudah terasa oleh sekarang, kalau keahlian content writing yang dulunya nggak ada, kini tersedia dimana-mana.

Kalau kamu ingin memutuskan untuk jadi Penulis, yang seraca harfiah kamu menjemput rezeki dari menulis, maka itu pilihan, kamu mesti pelajari bagaimana menulis yang berkualitas, enak dibaca, bahkan ketagihan.

Kalau kamu nggak memilih jadi Penulis pun nggak masalah, tapi bukan berarti nggak bisa menulis. Apapun profesimu, keahlian menulis sangat dibutuhkan.

Bisa untuk menjangkau audience, mengedukasi apa yang kamu sedang tawarkan, membangun personal branding, dan membuat tulisan dengan tujuan menyampaikan pemikiran, bisa aja.

Sekali lagi, Jadi Penulis itu Pilihan, Mahir Menulis itu Keharusan.

 

Bagaimana Seandainya Tidak Ada yang Membutuhkan Jasa Content Writing?

Seorang Content Writer sejati tidak akan perpaku pada hal ini, karena ngerti esensinya. Selama masih ada manusia, akan terus ada yang akan menikmati tulisan. Kamu tetap bisa menghasilkan melalui karya yang kamu hadirkan.

Ya, ibarat makanan, selama ada manusia, makanan terus dibutuhkan, cuman manusia yang seperti apa yang membutuhkan makanan itu?

Itulah yang disebut dengan target dan segmentasi. Dimana target berfokus ke demografi, segmentasi fokus ke psikografi. (lebih detail kamu bisa pelajari di Ebook Digital Marketing Fundamental).

baca juga: Modul Professional Impactful Writer – Belajar Content Writing + Copywriting!

Menariknya, kamu bisa dapatkan semua pengetahuan apa yang kami lakukan dan terbukti, dalam Super Impactful Writer. Menarik kan? Apalagi kali ini dibundling dengan Ebook Digital Marketing Fundamental, Mentorhsip Blogger Mastery, dan Modul Mengemas Tulisan Jadi Penghasilan.

Udah tau strategi agar mahir menulis, tau cara jadi penulis profesional hingga belajar digital marketing dan blogging. Lengkap sekali, tinggal fokus aja. Hehe.

 

Kesimpulan

Content writer juga bagian penamaan, karena intinya menulis adalah keahlian masa depan. Writing is The Future Skill. Karena menulis bagian dari soft skill abad 21 (lebih detailnya baca di Self-Driving karya Rhenald Kasali, Ph.D) yang cukup sering kita dengar..

  1. Creative Thinking
  2. Critical Thinking
  3. Communication
  4. Collaboration

Dalam menulis kita memerlukan yang namanya berpikir kritis dan berpikir kreatif, yang menjadikan tulisan itu enak dibaca, salah satunya cara berpikirnya udah tepat. Bagaimana caranya? Ya, sering-sering menulis.

Karena saat menulis kita sedang berpikir, mungkin kamu pernah tiba-tiba dapet ide saat menulis. Semakin sering menulis, semakin sering kita mengasah pikiran.

Komunikasi terdiri: Berbicara, Mendengar, Membaca, dan Menulis. Jadi, menulis itu sepenting kita berbicara.

Saat ikut kelas public speaking akan jadi public speaker? Kan nggak juga. Minimal keahlian itu bisa digunakan untuk kepentingan lain.

Karena menulis adalah keahlian seumur hidup, dimana kita akan mempelajarinya sepanjang hidup kita dan digunakan sehari-hari. Yan Nurindra mengatakan peran komunikasi dalam kehidupan mencakup 70%. Bayangkan angkanya lebih dari setengah.

So, Jadi Penulis itu Pilihan, Mahir Menulis itu Keharusan.

Bagaimana agar bisa segera mahir menulis (untuk apapun profesi dan latar belakangmu) + (ingin jadi) penulis profesional? Pelajari di semua modul Certified Impactful Writer. Semuanya lengkap, sekali join, dan mendapatkan email bisnis gratis seumur hidup.

Dwi Andika Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *