fbpx
9 Content Writer Skills yang Mesti Kamu Miliki

9 Content Writer Skills yang Mesti Kamu Miliki

Mungkin kamu bertanya-tanya skill apa yang mesti dimiliki content writer? Agar identitasmu semakin kuat, kariermu semakin melesat pesat.

Apa aja? Yuk simak!

 

1. Adaptasi

Mudah berganti topik penulisan, tujuan penulisan, hingga format penulisan (dari nulis iklan, untuk penjualan, hingga mengirim email broadcast).

Kalau penasaran apa aja yang dilakukan content writer selain menulis konten, semua dibahas dalam Webinar Kupas Tuntas Profesi Content Writer. Studi kasus dari pengalaman kerja.

Kata kunci untuk bisa beradaptasi adalah kesiapan.

Siap menerima tantangan menulis di luar topik yang disukai dan dikuasai, siap menulis selain menulis konten. Intinya SIAP!

 

2. Riset

Bagaimana tulisan yang kamu buat bukan sekadar memberikan informasi dan edukasi, juga memberikan kesan yang membekas di benak pembaca.

Pastikan kamu udah tau siapa pembacamu. Sebagus apa pun tulisanmu, kalau nggak relate, ya nggak engage.

Riset di sini konteksnya bisa untuk membuat isi konten hingga SEO. Agar apa? Ya, sesuai harapan. Masuk benak pembaca, masuk Google.

Kata kunci untuk bisa riset adalah berpikir dan memosisikan seperti pembaca.

Baca juga: Membuka 9 Pintu Rezeki dengan Menjadi Super Impactful Writer

 

3. Orisinalitas

Meski banyak topik yang sudah ditulis content writer, memiliki orisinalitas dalam diri akan tetap menghasilkan tulisan yang berbeda.

Itulah kenapa di Certified Impactful Writer konten orisinal memiliki nilai tinggi dampaknya. Ada pemikiran yang disematkan di sana.

Content writer yang suka baca buku, pasti akan menyisipkan kutipan atau informasi pendukung ke dalam tulisannya, karena itulah ciri orisinalitas. Memberikan sudut pandang yang berbeda.

Kata kunci untuk bisa orisinal adalah kenali dirimu, bumbui dengan pemikiran dan sudut pandangmu.

 

4. SEO

SEO atau Search Engine Optimization, keterampilan yang nggak kalah penting. Agar tulisan yang sudah kamu buat, bisa mendatangkan pengunjung lebih banyak dari Google.

SEO itu mudah, tapi untuk merasakan dampaknya butuh kesabaran dan ketekunan. Karena SEO bukan jalan instan. Kata kunci untuk bisa SEO adalah berpikirlah seperti pembaca yang sedang mencari solusi.

Contoh: “Bagaimana menghasilkan uang dari Internet?”. Semudah itu, setelah itu baru riset lebih mendalam, agar kontenmu masuk halaman 1 Google.

Dengan begini kamu mudah membuat konten yang SEO Friendly dan tulisan yang enak dibaca. Membuat konten yang enak dibaca dan SEO Friendly dibahas di Modul 4 Certified Impactful Writer.

 

5. Manajemen Waktu

Seorang content writer mesti tau kapan waktu terbaik untuk menulis, untuk meriset, dan untuk menyunting (mengedit) tulisan.

Karena dengan mengetahui waktu terbaik kamu, kamu bisa mengerjakan lebih banyak tulisan. Tidak hanya itu, tulisanmu menjadi lebih berkesan.

Seperti saran Austin Kleon, “kalau nggak ada waktu terbaik, gunakan tempat terbaik.” Kata kunci untuk bisa manajemen waktu adalah menyadari momen terbaikmu.

Ada yang menulis pagi, menyuntingnya siang, merisetnya malam. Ada yang sebaliknya.

baca juga: Writerpreneur Masterclass – 7 Cara Menghasilkan Uang dari Tulisan

 

6. Komunikasi

Terkadang ada pesan yang ingin disampaikan di dalam tulisan. Keberhasilan pesan itu bisa diterima oleh audience saat kamu tau bagaimana cara menyampaikannya.

Agar komunikasimu lancar ke pembaca, penting memahami apa yang diinginkan pembaca hingga masalah yang mereka hadapi.

Dan yang paling penting tau mana yang mesti digunakan, membuat tulisan enak dibaca kah? Membuat tulisan yang menjual kah?

Karena kembali lagi ke tujuan dan pesan yang ingin disampaikan. Selengkapnya kamu bisa pelajari di writing hack online workshop dalam Amazing Content Writer di contentwriter.id.

 

7. Mengedit

Tulisan semakin renyah dan mudah dipahami, saat kamu membuat tulisan itu semakin relate dengan pembaca.

Buang kata-kata yang tidak perlu, ganti kata-kata yang tidak mudah dipahami pembaca. Buatlah semudah mungkin, seenak mungkin, dan senyaman mungkin.

Kata kunci untuk bisa mengedit adalah sering-seringlah membaca secara verbal (disuarakan). Karena kamu akan mengetahui dimana letak kejanggalan tulisanmu.

 

8. Pengetahuan Media Sosial

Content writer juga tak terlepas dari pengetahuan media sosial. Dari sanalah kamu bisa mendapatkan karakteristik pembaca seperti apa.

Tapi bukan berarti content writer menulisnya di medsos, ya. Content writer menulisnya di blog.

Pengetahuan tentang media sosial ini hanya sebagai pelengkap agar konten yang kamu buat semakin relate.

Terkadang perusahaan menyamakan konten yang ada di web dengan yang ada di Instagram, agar ter-branding dengan konsisten.

baca juga: Kenapa 97% Buku Langsung Terbit Lewat Orang Dalam?

 

9. Teknis

Keahlian teknis meliputi bagaimana mengunggah postingan di wordpress self-hosted, bagaimana memaksimalkan plugin Yoast SEO.

Tidak jarang perusahaan membuat web bukan dari wordpress. Jadi kamu mesti sedikit beradaptasi bagaimana meletakkan meta deskripsi untuk memaksimalkan di mesin pencarian.

Hal ini mudah sekali dipelajari, karena sifatnya step-by-step.

 

Mau jadi Content Writer yang paham digital marketing dan writerpreneur? Jadilah Amazing Content Writer!

Selengkapnya di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *