fbpx
5 Teknik Menulis Efektif yang Bikin Kamu Makin Produktif

5 Teknik Menulis Efektif yang Bikin Kamu Makin Produktif

Kamu sedang ingin meningkatkan produktivitas hasil tulisan?

Tapi terkendala mood yang terkadang sulit diajak kompromi, juga kondisi yang kurang mendukung?

Nah, kamu bisa coba 5 teknik menulis efektif ini. Teknik ini memudahkan kamu memancing ide menulis sehingga kamu menulis bisa lebih lancar.

Jadi, apa saja 5 teknik menulis itu?

 

1. Menulis Seolah-Olah Sedang Bercakap-Cakap

Kalau kamu bingung mesti mulai dari mana, coba mulai menulis layaknya obrolan. Karena teknik ini terbukti ampuh. Karena teknik ini seolah-olah kita sedang berbicara dengan orang lain.

Misalnya:

Kita mengawali tulisan dengan pertanyaan.

“Bagaimana cara belajar yang efektif?”

Sebelum tau cara belajar yang efektif, kamu mesti tau bagaimana kamu menyerap informasi. Kamu lebih dominan apa? Gambar, suara, atau gerakan.

Kalau kamu sudah tau bagaimana kamu menyerap informasi, mudah untuk belajar efektif.

Kurang lebih seperti itu. Bagaimana? Menarik dan mudah, ‘kan?

Baca juga: Bagaimana Menjadi Content Writer di Perusahaan Meski Tanpa Apply dan Belum Berpengalaman?

 

2. Menulis Mengalir Bebas

Teknik ini untuk memancing ide kita keluar.

Menulis mengalir bebas dipopularkan oleh penulis buku Free Writing. Saat kita kehabisan ide, cara terbaik untuk memancingnya adalah menulis mengalir bebas.

Biarkan jemari kita mengetik dan mulai merangkai kata. Biarkan selama mungkin sampai kamu mendapatkan AHA momen. Ini yang sering Kadika lakukan saat stuck menulis.

Kadika mencoba menulis mengalir bebas, yang akhirnya muncul ide secara spontan. Menariknya ide itu sangat menarik.

Jadi, tulislah tanpa henti sampai kamu dapat inspirasi.

 

3. Membuat Outline Dulu, Menulis Kemudian

Kalau kamu sering stuck di tengah jalan, lantaran bingung mau menulis apa lagi. Boleh jadi kamu butuh menulis outline dulu.

Kadika juga menulis blog post ini menggunakan outline dulu. Sub-judul yang 1-2-3-4-5 sudah dibuat, tinggal ditulis sesuai sub judul itu.

“bagaimana kalau membuat tulisan yang panjang?”

Mudah saja, kamu tinggal tambah banyak sub-judul agar tulisanmu tetap padat dan menarik untuk dibaca.

Ini juga rahasia agar tulisanmu berdampak dan bermanfaat. Kamu bisa pelajari lebih mendalam di kursus content writer.

Baca juga: 9 Content Writer Skills yang Mesti Kamu Miliki

 

4. Menulis Layaknya Surat Cinta

Terinspirasi dari Joe Vitale yang menulis buku The Attractor Factor. Buku itu larisnya bukan main. Joe Vitale kariernya naik drastis saat ia menulis buku itu.

Ternyata ketika ia menulis buku itu, ia ingin memberikan suatu pencerahan kepada saudara perempuannya. Kalau untuk meraih perubahan hidup tuh mesti begini.

Karena kalau menyampaikan langsung pasti ada resisten. Joe Vitale mengatakan “tulislah layaknya kamu menulis surat cinta”.

Namanya kita sedang jatuh cinta, kita menularkan emosi positif. Atau kita juga bisa menjadikan objek diri kita di masa lalu.

Misalnya, kita menulis untuk memberikan pencerahan untuk diri kita di usia 19 tahun.

Jadi, tulislah untuk satu orang itu. Curahkan semua energi ke dalam tulisan.

Baca juga: Bagaimana Menulis Ebook yang Enak Dibaca dan Menghasilkan Penjualan?

 

5. Menulis Content Writing = Menulis Buku

“kak, bagaimana menulis buku dengan mudah?”

Kalau kamu terbiasa menulis konten blog alias content writing. Menulis buku jauh lebih mudah. Satu judul content writing = satu sub-judul di dalam buku.

Karena di blog ini sudah ada, detailnya kamu bisa di sini. Sebab, karakteristik penulisan konten lebih mudah untuk dibukukan, lebih berfokus ke satu tulisan, satu pesan.

Agar semakin berasa manfaatnya, teknik tulisan ini lebih tepat untuk konteks content writing atau non-fiksi.

Semoga membantu kamu menulis lebih banyak dan berdampak. Kalau kamu dapat pencerahan (insightful). Bantu komen, ya?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *