Udah Belajar Content Writing tapi Belom Ada Pemasukan? Cek 5 Hal Ini!

U

“Perasaan belajar content writing udah lama deh, tapi sampai sekarang kok belum dapet pemasukan, ya?”

Apakah kamu salah satu yang merasakan hal semacam itu? Tenang, karena sebetulnya bukan cuma kamu aja sih yang ngerasain hal itu.

Sekarang coba deh kamu cek dulu hal berikut ,siapa tahu ini yang jadi penyebab kenapa kamu sampai sekarang belum mendapatkan pemasukan.

 

#1. Tentukan Arah dan Tujuan

Sebetulnya kamu udah jelas belum sih mau jadi apa? Profesi apa yang mau kamu tekuni untuk mendapatkan penghasilan?

Dengan ilmu content writing apalagi plus copywriting, setidaknya kamu bisa menjalani banyak pilihan profesi di antaranya content writer, copywriter, blogger, hingga content marketer.

Kalau sudah menentukan satu tujuan kan lebih mudah kamu mengerjakan sesuatu dengan arah yang jelas. Tapi kalau belum kamu bisa mulai sebagai content writer dulu.

Karena menjadi content writer membantumu untuk mengasah kemampuan content wiritng sekaligus copywriting juga supaya kemampuanmu memiliki nilai jual lebih.

Baca juga: Apa Perbedaan Content Writer, Copywriter, SEO Writer, UX Writer, dan Content Marketer?

 

#2. Ukur Kualitas Tulisan

Gimana nih sekarang setelah memutuskan memilih profesi apa, sudah cari kesempatan untuk dapat pekerjaan ke mana aja?

“Udah, tapi ya belom dapet-dapet terus.”

Coba pikirkan apa yang menyebabkan kamu belum dapat pekerjaan? Mulai dari cek kualitas tulisanmu, sudah berkualitas dan menarik belum?

Rajin-rajinlah mengasah skill content writing supaya tulisanmu semakin baik dan siapkan portofolio karena sangat penting untuk diperlihatkan kepada klien atau perusahaan yang kamu apply sebagai bahan pertimbangan mereka.

Baca juga: 5 Panduan Belajar Content Writing secara Praktis!

 

#3. Pertimbangkan Kebutuhan Pembaca

Mungkin selama ini kamu sudah punya portofolio dalam bentuk blog pribadi. Coba cek lagi, apakah tulisannya sudah cukup mumpini dan bisa menaklukkan hati pembaca belum?

“Blogku masih sepi, nggak tau deh tulisanku itu udah kena di hati pembacanya atau belum?”

Kalau kamu merasa blogmu sepi pengunjung, jangan sedih ya, apalagi kalau masih pemula hal seperti itu adalah wajar. Kamu bisa minta pendapat dari orang-orang terdekatmu dulu.

Supaya tulisanmu dilirik orang agar mau menggunakan jasamu maka harus bisa memenangkan hati mereka juga tidak hanya sekedar berkualitas dan menarik.

Baca juga: Buka-Bukaan! 6 Langkah Cara Menulis Artikel Berkualitas ala Impactful Writing!

 

#4. Targetkan Pembaca yang Spesifik

Selanjutnya, apa kamu sudah tahu target pembaca kamu siapa? Perempuan, laki-laki, ibu rumah tangga, atau wanita karier? Juga pada rentang usianya berapa?

“Ya untuk yang seusia aja sih anak-anak kuliah gitu.”

Nah kalau target pembacanya udah jelas, maka kamu harus bisa membayangkan kalau ngobrol sama mahasiswa kaya gimana ya enaknya melalui tulisan yang akan kamu buat?

Jangan targetnya mahasiswa tapi bahasa yang kamu pake saya-anda, itu mah jadinya kaku banget. Kerasa kan sama kamu sendiri?

Baca juga: Jamu Berkhasiat agar Kemampuan Menulismu Melesat

 

#5. Saatnya Keluar dari Zona Nyaman

Sudah berani belum kamu keluar dari zona nyaman untuk menantang dirimu supaya bisa meningkatkan skill content writingmu dan dapet penghasilan?

Tantang dirimu dengan beranikan diri ambil job yang ada misalnya dengan menerima tawaran yang ada, jadi freelance dulu dan sambil apply ke perusahaan juga oke tuh.

Kalau nanti klien atau perusahaan tidak puas dengan hasil pekerjaanmu dan memberikan kritik, bersyukurlah! Itu bahan bakar untuk meningkatkan kemampuanmu agar lebih baik lagi.

Jadi jangan patah semangat, ya! Ingat kata-kata Tan Malaka, “Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk.”.

Baca juga: 5 Cara Content Writer Agar Dikejar-kejar Perusahaan

 

Gimana pendapatmu nih setelah baca kelima poin di atas apakah sekarang udah jelas kenapa dirimu masih belum menghasilkan?

Barangkali kamu mau menceritakannya di kolom komentar, boleh banget!

 

Kesimpulan

Jangan pernah nyerah untuk bisa mencapai tujuanmu apapun motifnya. Belajar dari kekurangan dan kesalahan supaya kamu terus berkembang.

Di luar sana mungkin sebenarnya sainganmu memang banyak, jadi hasilkanlah karya yang berkualitas dan baik supaya kamu juga mampu untuk berkompetisi.

Urusan rezeki emang udah ada yang ngatur tapi usaha harus terus jalan karena proses yang telah kamu lalui tidak akan mengkhianati hasilnya kelak. Tetap positif ya!

 

Sumber gambar: https://images.pexels.com/

Editor: Latifah Desti Lustikasari

About the author

Driyarta Lumintu

Freelance Content Writer | IG: driyartal
Meskipun latar belakang chemical engineer, mudah-mudahan bisa jadi content writer yang bisa menebar banyak manfaat. Kritik dan saran dipersilahkan!

Add comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

By Driyarta Lumintu

Recent Posts

Recent Comments

Archives

Categories