Bagaimana Menjadi Content Writer di Perusahaan Meski Tanpa Apply?

Bagaimana Menjadi Content Writer di Perusahaan Meski Tanpa Apply?

Mungkin kamu ingin mencoba bekerja menjadi Content Writer di Perusahaan?

Udah ikut kursus content writer dan mencoba apply, tapi belum ada panggilan juga?

Tenang… boleh jadi kamu belum tau caranya aja.

Dalam postingan ini, sebentar lagi kamu bakalan tau bagaimana menjadi content writer meski tanpa apply (melamar).

Ceritanya seminggu yang lalu saya mendapatkan WA dari seseorang alumni certified impactful writer batch 2. Namanya Fatimazzuhroh.

Dia memberi kabar kalau saat ini ia bekerja di sebuah perusahaan startup di Jogja. Yaudah, akhirnya saya minta dia untuk sharing di IG Live di Instagram @impactfulwriting.

testimoni sertifikasi content writer

Gokil juga ya? Dilamar sama perusahaan? Rame banget dong, wkwk. Mungkin maksudnya direkrut alias tanpa apply. Gitu, lho. 🙂

Saya penasaran bagaimana Fatim (begitu sapaan akrabnya) bisa bekerja tanpa apply.

Apakah sama seperti yang pernah saya sarankan dalam video Kupas Tuntas Profesi Content Writer? Ternyata…

Penasaran kan? Teruslah membaca. 😀

Baca Juga: 6 Tips Memulai Karir sebagai Freelance Writer

 

Temukan Mereka

Fatim bercerita kalau kita ingin mendapatkan pekerjaan, entah bekerja menjadi full time content writer atau freelance content writer di perusahaan. Kita mesti menemukan dimana mereka berkumpul (perekrut).

Dan…

…Semua itu berkumpul di media sosial khusus profesional, apa lagi kalau bukan LinkedIn.

Mungkin yang selama ini nggak ngerti gimana cara menggunakannya. Udah daftar aja dulu, nanti juga bakalan tau dapetin pekerjaan di sana.

Saya pribadi juga suka dapet informasi pekerjaan di sana. Juga saya bagikan di grup alumni certified impactful writer.

 

Bangun Relasi

Fatim mulai membangun relasi di LinkedIn. Ini juga yang saya kupas di video Profesi Content Writer.

Ini yang bikin saya penasaran, kalau saya berbagi pengalaman bagaimana membangun relasi lewat seminar atau workshop dengan pemilik perusahaan.

Apa yang dilakukan Fatim adalah menjalin relasi dengan headhunter. Ya, sebutan untuk mereka pencari talent.

Sering-seringlah memberi komentar di akun-akun headhunter ini. Tapi tetap mengutamakan ketulusan ya? Komentar itu bisa dirasakan oleh pembuat kontennya, antara apresiasi atau lagi butuh kerjaan. 😀

Jadi inget apa kata Bong Chandra “mental kaya membangun relasi, mental miskin minta kerjaan”. Walau butuh pekerjaan, pastikan tetap stay cool.

Mungkin setelah membaca ini kamu bakalan aktif menjadi akun headhunter di LinkedIn. Hehe.

Lalu, nggak hanya itu, Fatim juga menyarankan untuk ikut komunitas, agar apa? Ya, dapetin informasi dan saling terhubung dengan orang yang satu minat.

Inilah yang kami lakukan di certified impactful writer, setelah ikut sertifikasi content writer, mereka bisa masuk ke grup telegram.

Berbagi informasi, mulai dari lowongan freelance content writer, fulltime content writer, hingga berbagi informasi contoh karya / portofolio content writer.

Baca juga: 4 Rahasia Menulis Super Lancar, Cepat Seperti Supercar!

 

Ciptakan Kesempatan

Setelah kamu membangun relasi dan komentar di LinkedIn. Selanjutnya kamu mesti menciptakan kesempatan, dengan apa?

Lengkapi semua profil kamu di linkedIn, mulai dari pendidikan, skill, pelatihan apa aja yang kamu ikuti, hingga menyiapkan portfolio.

Bahkan sekarang di LinkedIn, kita bisa tau seseorang itu sedang mencari kerja atau nggak. Kita bisa menampilkan CV. Jangan lupa juga sisipkan link contoh portofolio content writing kamu.

 

Buatlah CV yang Menarik

Ada pun saran dan tips dari Fatim adalah membuat CV kita menarik, berbeda, tapi tetap estetik. Agar enak dibaca dan tetap memberikan value.

 

Kepercayaan Diri adalah Modal Utama

Ini yang paling penting, ketika kita udah membangun relasi lalu ada tawarkan bekerja tapi merasa belum percaya diri. Ya, jadinya kesempatan itu nggak berbuah manis.

Inilah alasan impactful writing menghadirkan certified impactful writer, bukan hanya belajar content writing, juga diberesin mindsetnya, hingga belajar bagaimana bisa bekerja di perusahaan.

Fatim merasa lebih percaya diri setelah mengikuti certified impactful writer. Bukan aja keahlian menulis kontennya meningkat, juga merasa identitas sebagai content writer semakin kuat.

Baca Juga: 5 Cara Sederhana Membuat Copywriting Anti Pusing!

 

Banyak Membaca dan Menulis

Selain ikut certified impactful writer, Fatim menyarankan untuk nggak berhenti menulis dan membaca. Karena ini adalah modal awal untuk bisa menulis konten yang berkualitas.

Inilah salah satu faktor terjadinya perubahaan, yakni banyak latihan menulis. Buat kamu yang masih belajar content writing, yuk semangat.

 

Gimana Proses Direkrutnya?

Jadi ceritanya dia melakukan komentar, lalu ada headhunter yang melihat profil LinkedIn-nya Fatim. Karena Fatim lulusan bahasa Inggris dan bisa menulis. Ya, akhirnya perekrut percaya kalau dia seorang yang kompeten.

Bisa dibilang latar belakang pendidikan cukup berpengaruh, untuk perusahaan yang segmented banget. Kebetulan startup ini adalah edukasi di bidang bahasa Inggris, jadi pas banget.

 

Content Strategist di Lister.co.id

Fatim bercerita selain menulis content writing di website, juga membuat konten di instagram di lister. Menarik kan? Kalau kemampuan menulisnya udah strong banget, mau di media apapun kamu tetap bisa.

Menariknya fundamental untuk punya keahlian menulis yang strong itu ada di certified impactful writer. Oke, mudah-mudahan bermanfaat. 🙂

Dwi Andika Pratama

3 Comments

  1. Gimana ya kak, kalo misal pengalaman sedikit dan talent diri sendiri itu belum nemu yg bener2 aku banget, caranya nyari kerjaan kok jadi bingung. Apalagi menulis itu masih belum pasti. Bahkan cuma mentok di niat dan khayalan belaka.. 😭

  2. Wah sangat menginsfirasi.
    Semoga kisahnya membuat termotivasi seperti beliau.

    Terkadang awal langkahnya belum benar-benar merasa percaya diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *