5 Rahasia di Balik Melejitnya Karya Mark Manson

5 Rahasia di Balik Melejitnya Karya Mark Manson

Siapa yang nggak tau karya Mark Manson yang berjudul Sebuah Seni untuk Bersikap Bodoamat? Hampir banyak orang telah membacanya. Mulai dari direferensikan teman hingga review para youtuber dan blogger.

Nggak heran juga buku Mark yang oren itu cukup banyak memberikan perspektif (sudut pandang) yang tak terpikirkan sebelumnya oleh pembaca.

Tapi, kenapa bukunya yang cukup nyeleneh itu bisa laris manis bahkan sampai ada yang membajak dan menjualnya lebih murah?

Bayangkan! Kalau kamu bisa membuat karya sefenomenal Mark Manson. Bukan saja manfaat yang didapat juga kebahagiaan, kepuasaan, dan pendapataan. Hehe. Mantap kan?

 

Mark Manson Mahir dalam Mengemas

Mark Manson mahir sekali dalam mengemas tulisan. Karena memang inti Penulis adalah pengemasan. Mengemas informasi menjadi lebih enak dibaca, berbobot, runut, mudah dipahami. Bukan begitu yang dipelajari dalam Penulispreneur?

Dalam buku terbarunya saja, Everything is F*cked yang diterjemahkan menjadi Segala-galanya Ambyar dan masih penerbit yang sama, Grasindo. Mark banyak sekali mengutip penelitian dan buku referensi.

Tapi Mark tetap mengendapkan ciri khas tulisannya. Walaupun nyeleneh ia tetap menguatkan tulisannya dengan referensi, jadi nggak asal tulis.

Bukankah itu cara termudah untuk menuliskan apa pun? Ya, dengan banyak membaca.

Baca juga: Jangan Kaget Kalau Tiba-tiba Kamu MUDAH Menuliskan Apapun Setelah Tau Inti Penulis

 

Psikologi dan Sejarahnya Cukup Kental

Ketika kamu membaca bukunya secara perlahan pasti akan terasa sekali karakteristik tulisan Mark. Yakni psikologi dan sejarahnya yang cukup kental.

Bagaimana bisa ia bercerita di buku bodoamat Penulis yang berperilaku negatif tapi sukses. Juga di buku segala-galanya ambyar Mark bercerita pahlawan Polandia yang tetap ingin membela Polandia walau akan dihukum mati.

Selain itu perspektif psikologinya cukup mendalam. Iya kan? Itulah kenapa penulis sangat penting memiliki kebiasaan membaca. Agar banyak ‘pelurunya’ saat menulis.

 

Berpikir Terbalik

Saat kebanyakan Penulis menyarankan untuk berafirmasi “saya hebat”, Mark dengan tegas menyatakan itu adalah sikap yang sebaliknya.

Ketika kamu mengatakan “saya hebat” di depan cermin. Mark bilang “berarti Anda tidak hebat”. Menariknya ia mengatakan yang hebat itu ketika kamu menerima segala kekuarangan dan kelebihan.

baca juga: Satu Hal yang Terlupakan Saat Membuat Niche Blog

Ada lagi ketika kita dikatai “ah, baca buku mulu, tapi masih miskin”. Alih-alih marah atau tersinggung. Mark punya mantra ajaib yang mematahkan kata-kata menjatuhkan itu dengan “Ya, terus kenapa?”.

Segitu pentingnya kita menyaring apa-apa yang tidak penting untuk hidup kita. Apalagi perkataan oranglain nggak cukup membantu kita mencapai tujuan. Ya buat apa? Iya?

 

Menyuarakan Banyak Orang

Dalam buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodoamat Mark Manson bercerita perjalanannya saat ke Rusia. Di sana budayanya bicara jujur apa adanya. Benci, ya benci. Tapi mereka mengatakannya nggak pake emosi.

Mark mengajarkan untuk berkomunikasi dan bersikap asertif. Menyampaikan uneg-uneg tanpa mesti dengan emosi. Ya, bicara seperti biasa saja.

Ini yang dialami oleh kebanyakan orang. Yang terkadang sulit berkata “tidak” kepada ajakan seseorang yang cukup dekat. Ngerasa nggak enaklah atau apa lah.

Itulah kenapa buku Mark menjadi laris manis. Karena menjadi ‘juru bicara’-nya kebanyakan pembaca. Hampir semua lini masuk. Keren ya?

 

Dari Content Authority hingga Author Authority

Yang dilakukan oleh Mark yakni menerapkan Content Authority pada buku bodoamat.

Apa itu Content Authority? Sederhananya konten yang disukai dan dibutuhkan oleh pembaca tanpa melihat siapa penulisnya. Yang penting masalah terselesaikan kalau baca buku itu.

Baca juga: 5 Profesi Bergaji Besar Ini Cocok Buat Kamu yang Nggak Suka Ketemu Banyak Orang

Karena kebanyakan pembaca mulai menyadari dan merasakan betapa kerennya tulisan Mark Manson.

Ketika buku selanjutnya berjudul yang agak memaksakan (perspektif kami) Segala-galanya Ambyar. Tapi karena Mark yang menulis, ya pembacanya akan serta merta membelinya.

Mark sudah di tahapan Author Authority dimana nggak peduli lagi isinya apa, selama Mark yang menulis pasti dicari dan dibeli.

 

Menariknya bagaimana mengemas tulisan dan mempelajari content authority hingga author authority kamu bisa pelajari dalam Penulispreneur lho. Saat udah batch 4. Yuk belajar dan bergabung bareng Penulis Profesional lainnya.

Klik -> penulispreneur.com dan dapatkan harga spesial!

 


Belajar Copywriting + Content Writing dan Dimentoring? Ikut Aja! Certified Impactful Writer

Dwi Andika Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *